Donat Buatan Warga Cindaga Ini Ternyata Seenak Donat Dunkin Donuts ! - Pemerintah Desa Cindaga

Donat Buatan Warga Cindaga Ini Ternyata Seenak Donat Dunkin Donuts !

Donat Buatan Warga Cindaga



Siapa sih yang gak suka donat ? Dari anak-anak hingga orang tua semua suka makanan yang bernama donat ini pastinya.

Tapi apa sih definisi donat yang bikin ketagihan ini ?


Menurut situs WikipediaDonat (doughnut atau donut dalam bahasa Inggris) adalah penganan yang digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur, dan mentega. Donat yang paling umum adalah donat berbentuk cincin dengan lubang di tengah dan donat berbentuk bundar dengan isian manis, seperti selai, jelly, krim, dan custard.

Asal usul donat sering menjadi sumber perdebatan. Salah satu teori mengatakan donat dibawa ke Amerika Utara oleh imigran dari Belanda yang juga memopulerkan hidangan penutup lain, seperti: kue keringpai krim (cream pie) dan pai buah (cobbler).
Cerita lain mengatakan donat berbentuk cincin diciptakan kapten kapal asal Denmark bernama Hanson Gregory. Sang kapten sering harus menyetir kapal dengan kedua belah tangan karena kapal sering dilanda badai. Kue gorengan yang dimakan ketika sedang menyetir ditusukkan ke roda kemudi kapal, sehingga kue menjadi bolong. Kebetulan bagian tengah kue juga sering belum matang, sehingga donat sengaja dibuat berlubang di tengah agar permukaan donat yang terkena minyak bertambah dan donat cepat matang.

Produk Warga Cindaga


Asal usul kata Donat


Kue berbentuk bola-bola kecil bernama doughnuts atau olykoeks pertama kali disebut-sebut dalam buku History of New York oleh Washington Irving[1] pada tahun 1809.
Donat dalam ejaan tradisional bahasa Inggris disebut doughnut, sedangkan orang Amerika biasa menulis donat sebagai donut atau doughnut. Istilah donut pertama kali digunakan di dalam artikel surat kabar Los Angeles Times 10 Agustus1929. Penulis bernama Bailey Millard dengan berkelakar menulis kalimat "can't swallow the 'wel-dun donut' nor the ever so 'gud bred'," sebagai keluhan atas kemampuan mengeja di kalangan orang Amerika yang semakin menurun.
Penggunaan dua cara penulisan, donut atau doughnut ditemukan dalam serangkaian artikel surat kabar The New York Times tentang "National Donut Week" yang meliput World's Fair tahun 1939. Dalam 4 artikel yang dimulai tanggal 9 Oktober 1939, ejaan "donut" muncul 2 kali.
Dunkin' Donuts yang didirikan tahun 1940 dengan nama Open Kettle di Quincy, MassachusettsAmerika Serikat merupakan perusahaan tertua yang menulis donat sebagai "donut", walaupun sebenarnya perusahaan Mayflower Donut Corporation yang didirikan setelah Perang Dunia II merupakan perusahaan pertama yang menulis donat sebagai "donut".
Sejarah Donat Di Indonesia
Menurut situs Wikipedia, pada tahun 1968 stan American Donut di Djakarta Fair (sekarang disebut Pekan Raya Jakarta) merupakan perintis donat yang digoreng dengan mesin otomatis. Sejak itu, American Donut memiliki tradisi tahunan membuka stan di Pekan Raya Jakarta hingga sekarang.
Pada tahun 1985, Dunkin’Donuts membuka gerai pertama di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat yang terus berkembang menjadi lebih dari 200 gerai di berbagai kota di Indonesia.[2] Yang kemudian diikuti dengan donat-donat waralaba asing lainnya seperti Master Ring, Master Donut, dan Mister Donut.[3]
Demam donat dibangkitkan kembali oleh J.CO Donuts & Coffee yang membuka gerai pertamanya di Supermall Karawaci pada tanggal 26 Juni 2005.[4] Keberhasilan J.CO diikuti Krispy Kreme yang membuka gerai donatnya yang pertama di Mal Pondok Indah 2 pada tanggal 31 Agustus 2006.[5] J.CO sebagai merek lokal didirikan oleh Johnny Andrean seorang penata rambut terkemuka di Indonesia.
Donat produksi industri kecil biasanya dijajakan berkeliling menggunakan sepeda atau sepeda motor. Di dalam bus, pedagang asongan menjual donat kemasan kotak dengan cara unik. Donat dalam kemasan dibagi-bagikan ke pangkuan penumpang untuk kemudian dikumpulkan kembali kalau penumpang tidak berminat.
Donat jenis ini disebut juga sebagai donat kampung untuk membedakannya dengan donat-donat yang dijual di mal dan restoran. Selain jenis donat yang banyak beredar di pasaran kini banyak diproduksi oleh pedagang kaki lima adalah donat kentang tentu saja bahan baku untuk membuatnya adalah kentang yang memiliki tekstur lembut.
Nah, berbicara donat kampung atau donat produksi rumahan, di desa cindaga ada loh produsen donat yang rasanya gak kalah sama Dunkin Donuts...hehe
Usaha donat yang diproduksi oleh salah seorang warga grumbul Poncot ini alhamdulilah sudah berjalan sekitar dua tahun yang lalu.
Awalnya dari sekedar hobi melihat resep-resep masakan dan kue, terbersit niat untuk mencoba membuat donat sendiri.
Donat pertama buatan Mba Karin yang bernama asli Karinah ini awalnya belum dijual secara umum, biasanya donat bikinannya dibagikan ke para tetangga atau di makan sendiri di rumah.

Dari testimoni para tetangganya yang mengatakan bahwa donat buatannya enak rasanya, maka Mba Karin Miciko ini mulai memberanikan diri posting produk donatnya lewat media sosial. Jualan donat secara online lewat facebook nya ini kini sudah dikenal di wilayah cindaga dan sekitarnya.

Bagi warga cindaga yang ingin mencicipi lezatnya donat buatan mba Karin, silahkan inbox saja via facebook dengan akun Karin Miciko atau bisa lewat chat whatsapp di nomor  085714765849.

Ayoo jangan ragu-ragu untuk membeli produk warga cindaga, dengan membeli produk warga sendiri maka anda sudah membantu menghidupkan perekonomian desa cindaga.

Salam Guyub Rukun Sejahtera Cindaga
Salam Mbangun Ndesa !

Ingin selalu mengikuti info desa ?

Masukan alamat email anda untuk berlangganan berita

Terima Kasih atas kunjungan anda ke website pemerintah desa cindaga. Dukungan dan partisipasi aktif anda sangat kami perlukan untuk meningkatkan kualitas layanan kami. Jangan lupa follow and subscribe ya...